1.      Pemikiran-pemikiran KHD pada modul satu

·         Pembelajaran berhamba pada peserta didik, artinya kita menuntun anak, mengarahkan dan mengembangkan potensi melalui proses pembelajaran sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman

·         Pembelajaran berhamba pada anak artinya berfokus pada peserta didik (student centered)

·         Meyakini dan percaya bahwa peserta didik datang untuk belajar kesekolah dan mau dibimbing

·         Terciptanya merdeka belajar yang berwujud pada profil pelajar pancasila

·         Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan metode pemikiran KHD Trikon yaitu konvergen artinya terbuka dimana kita selalu update pada perkembangan dan kemajuan zaman namun harus tetap melihat yang terbaik untuk peserta didik kita, konsentris artinya pembelajaran harus musyawarah untuk mufakat dan kontinu artinya pembelajaran di lakukan terus-menerus sehingga tercipta peserta didik yang berkualitas

·         Pendidik itu ibarat petani yang menyiapkan lahan yang baik utnuk bercocok tanam, menanam benih yang diibaratkan sebagai peserta didik yang harus disemai, dipelihara, dirawat, disirami sampai bertumbuh subur dan dalam prosesnya ketika mengalami penyakit tanaman yang diibaratkan sebagai masalah yang dihadapi peserta didik, maka petani/pendidik lah yang berperan menuntun sampai terselesainya masalah, sehingga peserta didik yang diibaratkan  tanaman dapat bertumbuh dengan subur sesuai dengan pengembangan potensinya yang berkualitas

·         Memberikan pendidikan dan pengajaran yang berprinsip pada asas kekeluargaan  sesuai semboyan KHD yaitu ing ngarso sung tulodo (didepan kita harus menjadi teladan), ing madya mangun karso (di tengah kita memotivasi), dan tut wuri handayani  (dibelakang kita memberi dorongan untuk mewujudkan peserta didik dalam pengembangan potensi ini)

2.      Apa saja pengetahuan pengalaman dan perubahan diri dalam mempelajari modul ini?

Mempelajari modul ini mengingatkan saya untuk setiap hal yang baik dan hal yang tidak baik selama saya jadi pendidik, menyadari betapa saya banyak menuntut peserta didik untuk mengikuti maunya saya untuk belajar tanpa memperhatikan uniknya setiap ragam potensi dan kodrat yang ada dalam diri peserta didik, karena saya lebih focus pada nilai atau akademik, kurangnya memberi kebebasan pada peserta didik untuk berkolaborasi dengan teman-temannya dalam hal ini pembelajaran saya lebih berfokus pada guru, menyadari hal ini ternyata apa yang saya lakukan tidak sesuia dengan pemikiran KHD dan saya akan berupaya untuk memperbaiki hal itu terlebih bersemangat untuk menjadi pendidik yang tulus dan benar dalam melaksanakan tanggungjawab

3.      Apa saja yang bisa anda praktekan di sekolah sesuai dengan pemikiran KHD?

Pembelajaran dengan berhamba pada anak, belajar sambil bermain ,kolaborasi belajar (kerja kelompok), peserta didik belajar mengembangkan diri sesuai dengan potensinya, contohnya menyenangi di bagian seni (music/tarian), melakukan pembelajaran di luar kelas,mengasihi anak-anak bukan dengan memaksakan kehendak untuk tercapainya materi KD dan melakukan kesepakatan mufakat dalam belajar

4.      Ceritakan pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD secara nyata hubungannya dengan social budaya di kelas

·         Budaya gotongroyong dengan bersama-sama melakukan piket atau bersih-bersih kelas secara bersama-sama yang tujuannya menjaga kebersihan dan kenyamanan diruang kelas, kemudian dalam proses belajar budaya gotongroyong terjadi dengan adanya kolaborasi belajar ( kerja kelompok)

·         Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Melalui budaya 5S maka tercipta komunikasi yang harmonis antar pendidik dan peserta didik dan begitu juga sebaliknya

·         Budaya literasi (pojok belajar), hal ini salah satu upaya untuk memberi motivasi dan dorongan terhadap peserta didik untuk menggali potensi dirinya dengan membiasakan diri membaca buku sesuai dengan keinginannya, referensinya sehingga menumbuhkan minat peserta didik dalam membaca

·         Budaya keagamaan, sebelum melakukan proses pembelajarana maka membiasakan peserta didik mengaji/berdoa untuk selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menikmati kehidupan yang diberikan Tuhan

·         Budaya rasa malu, dimulai dari diri pendidik utnuk memberi contoh atau teladan untuk selalu datang tepat waktu sehingga dapat membiasakan peserta didik untuk malu datang terlambat dan pulang cepat,memberi kesempatan terhadap peserta didik unuk bertanggungjawab atas dirinya dalam melaksankan kewajibannya sebagai peserta didik sehingga malu karna tugas tidak selesai tepat waktu, tidak menyontek dan malu untuk tidak aktif  belajar

·         Budaya bersih, membiasakan peserta didik untuk membuang sampah pada tempatnya, berpakaian rapi, tidak meludah sembarangan

·         Budaya bebas mengeluarkan pendapat, membiasakan peserta didik untuk mau terbuka dan bisa menyampaikan pendapat di depan teman-teman


Komentar